SISTEM ENDOKRIN
DI SUSUN OLEH:
KELOMPOK V
SYARIPA HARDIANTI
UYUN SYAFIRA
VALENTIANI ARTINI NEGARAI
YAYASAN PENDIDIKAN CENDRAWASIH
AKADEMI KEBIDANAN PALU
TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur penulis
panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatNyalah penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Endokrin” tepat pada
waktunya.
Makalah ini penulis susun untuk
melengkapi tugas Pendidikan Sains, selain itu untuk mengetahui dan memahami
Sistem Endokrin Manusia.
Penulis mengucapkan terima kasih
pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihakdiharapkan dapat memberikan
masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang.................................................................................................. 1
B. Rumusan masalah............................................................................................. 2
C. Tujuan............................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Gambaran
umum sistem endokrin................................................................... 3
B. Jenis –
jenis kelenjar dalam system endokrin.................................................. 4
C. Struktur
endokrin lain penghasil hormone...................................................... 14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................... 15
B. Saran................................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Kelenjar endokrin atau kelenjar
buntu adalah kelenjar yang nengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah
ang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan
hasil sekresinya disebut hormon.
Secara umum sistem endokrin
adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas
tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar
pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan
kelenjar buntu. Beberapa
dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal)
disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau
hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem
ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka
satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik
tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang
mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat,
maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.
Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja
melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Kelenjar endokrin melepaskan
sekresinya langsung ke dalam darah . Kelenjar endokrin ini termasuk hepar, pancreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar
lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya
kedalam duktus pada permukaan tubuh, sepertikulit, atau organ internal, seperti
lapisan traktusintestinal.
Jika kelenjar endokrin mengalami
kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau
rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh.
Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur
dalam batas-batas yang tepat.
Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau
lebih sedikit hormon.
B.
Rumusan masalah
Dengan memperhatikan ulasan singkat
latar belakang di atas, maka dapat disusunlah rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang
dimaksud dengan sistem endokrin ?
2. Mana saja
yang merupakan bagian dari sistem endokrin ?
3. Apa saja jenis kelenjar yang
termasuk dalam sistem endokrin ?
4. Apa fungsi
dari sistem endokrin ?
5. Bagaimana
cara kerja sistem endokrin dalam tubuh normal ?\Bagaimana jika sistem endokrin
mengalami kerusakan ?
C.
Tujuan
Tujuan penulisan
makalah ini adalah :
1. Untuk
memenuhi tugas perbaikan nilai Mata kulaih Ilmu Biomedik Dasar
2. Untuk
mengetahui apakah yang dimaksud dengan sistem endokrin
3. Untuk
mengetahui dan memahami mana saja yang merupakan bagian dari sistem endokrin
4. Untuk
mengetahui apa saja jenis kelenjar yang termasuk dalam sistem endokrin
5. Untuk mengetahui fungsi dari sistem
endokrin
6. Untuk
mengetahui sebenarnya bagaimana cara kerja sistem endokrin dalam tubuh normal
7. Untuk mengetahui bagaimana jika
sistem endokrin mengalami kerusakan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Gambaran umum sistem endokrin
Sistem endokrin berinteraksi dengan
sistem saraf untuk mengatur dan mengkoordinasi aktivitas tubuh. Pengendalian
endokrin di perantarai oleh pembawa pesan kimia yang disebut hormon, hormon ini
dilepas oleh kelenjar endokrin ke dalam cairan tubuh, di absorbsi ke dalam
aliran darah, dan di bawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan atau sel
target.
Hormon mempengaruhi sel target
melalui reseptor hormon, yaitu molekul protein yang memiliki sifat pengikat
untuk hormon tertentu. Respon hormonal tubuh biasanya lebih lambat, durasi
lebih lama, dan distribusinya lebih luas dari pada respons langsung otot dan
kelenjar terhadap stimulus sistem saraf.
Kelenjar endokrin tidak memiliki
duktus. Kelenjar ini mengsekresi langsung ke dalam cairan jaringan di sekitar
sel-selnya. Kelenjar endokrin biasanya mengsekresi lebih dari satu jenis hormon
(kelenjar paratiroid yang hanya mengsekresi hormon para tiroid merupakan suatu
pengecualian). Dalam tubuh manusia telah diidentifikasi sekitar 40 sampai 50
jenis hormon. Hormon-hormon baru ditemukan di berbagai bagian tubuh termasuk di
saluran gastrointestinal, sistem saraf pusat, dan saraf perifer.
Konsentrasi hormon dalam sirkulasi
rendah. Hormon yang bersirkulasi dalam aliran darah hanya sedikit jika di
bandingkan dengan zat aktif biologis lainnya, seperti glukkosa dan kolesterol.
Walaupun hormon dapat mencapai sebagian besar sel tubuh, hanya sel target
tertentu yang memiliki reseptor spesifik yang dapat di pengaruhi.
Kelenjar endokrin memiliki
persediaan pembuluh darah yang baik. Secara mikrobiologis, kelenjar tersebut
terdiri dari korda atau sejumlah sel sektori yang dikelilingi banyak kapiler
dan di topang jaringan ikat.
Sekresi diurnal adalah pola yang
naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal.
Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari. Pola sekresi
hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti
bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan
siklus menstruasi. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan
tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons
terhadap kadar kalsium serum.
Hormon bekerja dalam sistem umpan
balik, yang memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan
optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular.Hormon tidak mengawali
perubahan biokimia, hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan fungsi
spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen
dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang
pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Hormon secara konstan di reactivated
oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.
B.
Jenis-jenis kelenjar dalam sistem endokrin
1. Kelenjar
hipofisis anterior dan posterior
Hipofisis disebut juga kelenjar pituitary. Hipofisis merupakan kelenjar kecil di rongga bertulang terletak di
dasar otak dibawah hipotalamus sekitar 2cm. Dihubungkan ke hipolalamus
oleh tangkai kecil (infundibulum). Kelenjar hipofisis disebut master
gland karena dapat menghasilkan hormon dan hormon yang dihasilkan oleh
hipofisis dapat merangsang kelenjar lain untuk menghasilkan hormon lain.
a)
Kelenjar hipofisis posterior
Secara embriologis kelenjar hipofisis posterior berasal dari pertumbuhan
otak yang terdiri dari jaringan saraf (neurohipofisis). Hipofisis posterior di
hubungkan ke hipotalamus mealuil jalur saraf. Hipofise posterior
membentuk sistem neurosekresi yang mengeluarkan vasopresin
dan oksitosin. Pengeluaran
hormon dari hipofise posterior dikontrol oleh hipotalamus.
Hipofisis posterior terdiri dari
hormon oxytosin yang berfungsi untuk regulasi kontraksi rahim dan membantu
dalam proses pengeluaran asi setelah melahirkan, hormon relaxin yang berfungsi
membukanya simphisis pubis, dan ADH (Anti Diuretika Hormon) atau pitressin atua
vasopressin yang berfungsi untuk mencegah agar urin yang keluar tidak terlalu
banyak ( in put = out put)
b)
Kelenjar hipofisis anterior
Kelenjar hipofisis anterior terdiri
dari jaringan epitel kelenjar yang
berasal dari penonjolan atap mulut yang disebut adenohipofisis. Hipofisis
anterior di hubungkan melalui pembuluh darah. Pengeluaran hormon dari
anterior dikontrol oleh hipotalamus. Hormon yg dikeluarkan hipofise anterior
yaitu:
1)
hormon pertumbuhan ( growth
hormon atau GH )
Hormon ini bekerja pada tulang,
otot, tulang rawan, kulitdan bekerjanya sangat terbatas. Pada pria sejak lahir
sampai dengan 21 tahun dan pertmbuhan drastisnya terjadi pada usia 13
sampai 16 tahun. Pada wanita sejak lahir hingga usia 18 tahun, dan pertumbuhan
drastisnya terjadi saat usia 9 sampai 12 tahun.
GH ini sangat dipengaruhi oleh kadar
glukosa dalam darah contohnya bila selesai makan kadar gula dlm darah akan
meningkat, dan GH tidak bekerja. Bila kadar gula dalam darah menurun, GH
bekerja secara maksimal. Bila GH bekerja normal maka tubuh akan normal. Bila
hipersekresi maka tubuh manusia akan menjadi raksasa (giant). Bila hiposekresi
maka tubuh manusia akan menjadi kerdil/cebol.
2)
Thyroid
stimulating hormon ( TSH atau tirotropin)
Hormon ini mempengaruhi kelenjar thyroid.
Hormon ini menghasilkan thyroksin (t4), liotironin (t3) dan kalsitonin.
3)
Hormon
Adrenokortikotropik ( ACTH)
Hormon ini dibagi menjadi 3 kelompok
besar yaitu Glukokortikoid sebagai penghasil gula, Mineralokortikoid fungsinya
mengatur keseimbangan ion Na dan ion K, dan Gonadokortikoid. Gonadokortiroid
untuk wanita adalah hormon estrone & progesterone, sedangkan untuk pria
adalah hormon testosterone.
4)
Prolaktin
(PRL)
Hormon ini berfungsi pada saat
persiapan produksi air susu ibu (asi).
5)
Gonadotropin hormon (GTH)
Hormon ini menghasilkan FSH
(follicle stimulating hormon) dan LH (luteinizing hormon) atau ICSH
(interstitial cell stimulating hormon). Pada wanita FSH berfungsi untuk
mematangkan sel telur sedangkan LH berfungsi menebalkan dinding rahim dan mempertahankan
implantasi janin. Sedangkan pada pria FSH berfungsi mematangkan spermatogonium
yang akan menjadi spermatozoasedangkan LH atau ICSH akan menghasilkan sel
leydig yang memproduksi hormon testosterone.
Hormon pelepas (releasing) dan penghambat (inhibiting) hipotalamus
disalurkan ke hipofise melalui sistem porta hipotalamus - hipofisis untuk
mengontrol sekresi hormon hipofise anterior . Hormon pengatur hipotalamus
mencapai hipofise anterior melalui jalur vaskuler khusus ke sistem porta
hipotalamus – hipofise. Sekresi hormon anterior dirangsang atau dihambat oleh 7
hormon hipofisiotropik yang terdiri dari Thyrotropin releasing hormon
(TRH), Cortikotropin releasing hormon (CRH), Gonadotropin releasing hormon (GNRH), Growth hormon releasing hormon (GHRH), Prolacting releasing hormon (PRH) hormon ini
menghambat, Prolactin
-relasing hormon (PRH) mengeluarkan, menghambat, dan Prolakting inhibiting hormon (menghambat)
Gambar 1 Kelenjar hipofisis anterior dan posterior
2. Kelenjar
Tiroid
Terdiri
atas 2 buah lobus yang terletak disebelah kanan dari trakea diikat bersama oleh
jaringan tiroid yang menyatu di bagian
tengah oleh bagian sempit kelenjar yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan yang
melintasi trakea di sebelah depan. Merupakan kelenjar yang terdapat di dalam
leher bagian depan bawah, letaknya
berada di atas trakea, tepat dibawah laring.
Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid. Hormon
tiroid ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu yang mengandung tiroksin (t4 ) dan
triioditironin ( t3 ). Di luar
tiroid sebagian besar t4 yg disekresikan diubah jadi t3. Sebagian besar t3 dan
t4 diangkut di darah dalam keadaan terikat ke protein plasma tertentu.
Sel sekretorik utama hormon tiroid tersusun
membentuk gelembung berongga berisi koloid yang membentuk unit
fungsional yaitu folikel dan menjadi sel folikel. Di ruang interstisium diantara folikel terdapat sel sekretorik ( sel c)
yang menghasilkan hormon kalsitonin. Sel folikel memfagosit koloid berisi tiroglobulin untuk melakukan
sekresi hormon tiroid.
Atas
pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus anterior, kelenjar
tiroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon
tiroksin yaitu mengatur metabolisme tubuh baik metabolisme karbohidrat,
protein dan lipid. Hormon Liotironin yang merupakan bahan baku thyroksin
dengan syarat harus ada ion iodium yang terdapat di dekat laut atau hasil dari
laut seperti ikan, garam yang beriodium. Hormon Kalsitonin yang merupakan bahan
baku pembentukkan parathormon yang juga disekresikan oleh kelenjar parathyroid
dan berfungsi untuk mengatur kadar kalsium (ion Ca2+) dalam darah.
Struktur
kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang dibatasi oleh
epitelium silinder, disatukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya mengeluarkan
sera, cairan yang bersifat lekat yaitu Koloidae tiroid yang mengandung zat
senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin.
Fungsi
kelenjar tiroid, terdiri dari:
a)
Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi.
b)
Mengatur penggunaan oksidasi.
c)
Mengatur pengeluaran karbondioksida.
d)
Metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam
jaringan.
e)
Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan
mental.
Hormon yang
dihasilkan dari kelenjar Tiroid beserta fungsinya
Hipofungsi dapat menyebabkan
penyakit kretinismus dan penyakit miksedema sedangkan Hiperfungsi menyebabkan
penyakit eksotalmi
3. Kelanjar
Paratiroid
Terletak
disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat di dalam leher, kelenjar ini
bedumlah 4 buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan para hormon atau
hormon para tiroksin. Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar
tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar
kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Kelenjar
paratiroid memiliki panjang kira-kira 6 mm, lebar 3 mm, dan tebal 2 mm. Jika
dilihat secara mikroskopik kelenjar ini terlihat seperti lemak berwarna coklat
kehitam-hitaman. Kelenjar ini sulit ditemukan karena tampak seperti lobus kelenjar tiroid. Fungsi
paratiroid adalah Mengatur metabolisme fospor dan Mengatur kadar kalsium darah.
Hipofungsi,
mengakibatkan penyakit tetani. Contohnya pada keadaan Hipoparatiroidisme
terjadi kekurangan kalsium di dalam darah atau hipokalsemia mengakibatkan
keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas kejang khususnya pada tangan
dan kaki disebut karpopedal spasmus, gejala-gejala ini dapat diringankan dengan
pemberian kalsium.
Hiperfungsi,
mengakibatkan kelainan-kelainan seperti kelemahan pada otot-otot, sakit pada
tulang, kadar kalsium dalam darah meningkat begitu juga dalam urin, dekolsifikasi
dan deformitas, dapat juga terjadi patah tulang spontan. Contohnya pada keadaan
Hiperparatiroidisme biasanya ada sangkut pautnya dengan pembesaran (tumor)
kelenjar. Keseimbangan distribusi kalsium terganggu, kalsium dikeluarkan
kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke serum darah. Akibatnya terjadi
penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian kropos. disebut
osteomielitis fibrosa sistika karena terbentuk kristal pada tulang, kalsiumnya
diedarkan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan kegagalan
ginjal. Kelainan-kelainan di atas dapat juga terjadi pada tumor kelenjar
paratiroid.
4. Kelenjar
Adrenal
Merupakan
kelenjar suprarenal yang jumlahnya ada 2, terdapat pada bagian atas dari ginjal
kiri dan kanan. Ukurannya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5 sampai dengan 9
gram. Secar struktural dan
fungsional kelenjar adrenal terdiri dari 2 kelenjar endokrin yg menyatu yaitu
bagian korteks dan medulla. Kelenjar suprarenal ini terbagi atas 2 bagian
yaitu:
a)
Bagian luar yang berwarna kekuningan yang menghasilkan
kortisol yang disebut korteks. Korteks
adrenal ini secara histologis terdiri dari 3 lapisan (zona), yaitu Zona
glomerulosa yang menghasilkan mineralokortikoid (95 % aldosteron) yang
berfungsi untuk keseimbangan elektrolit dan homeostasis tekanan darah, Zona
fasikulata ( menghasilkan glukokortikoid) yang memiliki efek metabolik ,
berperan dalam adaptasi thd stress, dan Zona retikularis (glukokortikoid) dan hormon kelamin / seks
(gonadokortikoid).
b)
Bagian medula yang menghasilkan adrenalin
(epinefrin) dan nor adrenalin (nor epinefrin). Medula adrenal ini terdiri dari sel-sel kromafin ( modifikasi neuron simpatis)
yg bergerombol di sekitar kapiler darah dan sinusoid. Bagian
ini Mensekresi
katekolamin ( neuron pascaganglion yg mengalami modifikasi ) yaitu
Epinefrin yang merangsang jantung, saraf simpatis dan aktifitas
metabolik dan Norepinefrin yang mempengaruhi
vasokonstriksi perifer dan tek darah.
Zat-zat ini disekresikan dibawah pengendalian sistem persarafan
simpatis. Sekresinya bertambah dalam keadaan emosi seperti marah dan takut,
serta dalam keadaan asfiksia dan kelaparan. Peningkatan jumlah zat menaikkan
tekanan darah guna melawan shok. Sedangkan Noradrenalin menaikan tekanan darah
dengan jalan merangsang serabut otot didalam dinding pembuluh darah untuk
berkontraksi, adrenalin membantu metabolisme kar‑bohidrat dengan jalan menambah
pengeluaran glukosa dari hati.
Beberapa hormon terpenting yang disekresikan oleh korteks adrenal adalah
Hidrokortison, Aldosteron dan Kortikosteron. Semuanya bertalian erat dengan
metabolisme, pertumbuhan fungsi ginjal dan kondisi otot.
Fungsi kelenjar supra renalis bagian korteks yaitu Mengatur keseimbangan
air, elektrolit dan garam, Mengatur/mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat
arang dan protein, dan Mempengaruhi aktifitas jaringan limfoid. Fungsi kelenjar
suprarenalis bagian medula terdiri dari Vaso konstriksi pembuluh darah perifer
dan Relaksasi bronkus.
Hipofungsi, menyebabkan penyakit addison. sedangkan Kelainan-kelainan
yang timbul akibat hiperfungsi mirip dengan tumor suprarenal bagian korteks
dengan gejala-gejala pada wanita biasa, terjadinya gangguan pertumbuhan seks
sekunder.
5. Pankreas
Terdapat
pada belakang lambung di depan vertebra lumbalis I dan II terdiri dari sel-sel
alpa dan beta. Sel alpa menghasilkan hormon glukagon sedangkan sel-sel beta
menghasilkan hormon insulin. Hormon yang diberikan untuk pengobatan diabetes,
insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicernakan oleh enzim-enzim
pencernaan protein. Fungsi hormon insulin adalah mengendalikan kadar
glukosa dan bila digunakan sebagai pengobatan, memperbaiki kemampuan sel tubuh
untuk mengobservasi dan menggunakan glukosa dan lemak.
Pulau Langerhans, Pulau-pulau langerhans
berbentuk oval tersebar di seluruh pankreas dan terbanyak pada bagian kedua
pankreas.Dalam tubuh manusia terdapat 1-2 juta pulau-pulau langerhans, sel
dalam pulau ini dapat dibedakan atas dasar granulasi dan pewarnaannya separuh
dari sel ini mensekresi insulin, yang lainnya menghasilkan polipeptida dari
pankreas diturunkan pada bagian eksokrin pankreas.
Fungsi
kepulauan Langerhans adalah Sebagai unit sekresi dalam pengeluaran
homeostatik nutrisi, rnenghambat sekresi insulin, glikogen dan polipeptida
pankreas serta mengnambat sekresi glikogen. Pulau Langerhans ini mengeluarkan Sel alfa yang mensekresi hormon Glukagon untuk meningkatkan
kadar gula darah, Sel
beta yang mensekresi hormon Insulin yang fungsinya
untuk menurunkan kadar gula darah, Sel delta mensekresi hormon Somatostatin yang fungsinya
menghambat pelepasan insulin dan glucagon, dan Sel f yang menghasilkan
polipeptida pankreatik dan fungsinya untuk mengatur fungsi eksokrin
pancreas.
6. Kelenjar
Pineal
Kelenjar
ini terdapat di dalam otak, di dalam ventrikel berbentuk kecil merah seperti
sebuah Gemara. Terletak dekat korpus. Fungsinya belum diketahui dengan jelas,
kelenjar ini menghasilkan sekresi interns dalam membantu pankreas dan kelenjar
kelamin. Hormon yang dihasilkan
adalah hormon melatonin yang fungsinya untuk mengatasi jet lag atau
perbedaan waktu antara negara bagi yg bepergian. Melatonin ini paling banyak di produksi pada malam hari, dan paling
rendah pada jam 12 siang .
7. Kelenjar
Timus
Kelenjar
ini terletak di dalarn mediastinum di belakang os sternum, kelenjar timus ini
hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kelenjar timus terletak
di dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-merahan
dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya
kira-kira 10grarn atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja dari
30-40 gram kemudian berkerut lagi. Kelenjar
timus ini merupakan penghasil hormon peptida yaitu timosin dan timopietin
yang berfungsi dalam perkembangan normal lymfosit dan respon imun tubuh. Hormon
yang dihasilkan kelenjar timus berfungsi untuk mengaktifkan pertumbuhan badan
dan mengurangi aktifitas kelenjar kelamin.
8. Kelenjar
Kelamin
Kelenjar kelamin ini terdiri dari kelenjar Testika
yang terdapat
pada pria. Letaknya di skrotum dan menghasilkan hormon testosteron. Fungsi
hormon testosterone adalah menentukan sifat kejantanan, misalnya adanya
jenggot, kumis, jakun dan lain-lain, menghasilkan sel mani (spermatozoid) serta
mengontrol pekerjaan seks sekunder pada laki-laki. Dan kelenjar ovarika yang
terdapat pada wanita dan terletak pada ovarium di samping kiri dan kanan
uterus. Kelenjar ini menghasilkan hormon progesteron dan estrogen, hormon ini
dapat mempengaruhi pekerjaan uterus serta memberikan sifat kewanitaan,
misalnya pinggul yang besar, bahu sempit dan lain-lain.
C.
Struktur endokrin lain penghasil hormone
1.
Jantung,
faktor atrial natriuretic yang menyebabkan urine bergaram
2.
Gaster, yang menghasilkan gastrin dan berfungsi
untuk membantu dalam proses gerak peristaltik yang teratur pada lambung,
membentuk makanan yang padat menjadi lunak atau dalam bentuk cair (chime)
sehingga mudah dicerna oleh usus halus
3.
Plasenta,
hormon estrogen dan hormon progesteron, HCG ( tes kehamilan)
4.
Ginjal,
hormon eritropoietin yang produksi eritrosit
5.
Kulit,
kolekalsiferol yang menyebabkan Vitamin D tidak aktif dan sinar matahari yang
diaktifkan di ginjal membuat vit d3 lalu absorpsi ion Ca dari usus.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sistem endokrin, dalam kaitannya
dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini
bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu
sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik
tertentu. Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan hemoestatis,
membatu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan,
pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol perkembangan seksual dan
reproduksi.
B.
Saran
Pada sistem endokrin ditemukan
berbagai macam gangguan dan kelainan, baik karena bawaan maupun karena faktor
luar, seperti virus atau kesalahan mengkonsumsi makanan. Untuk itu jagalah
kesehatan anda agar selalu dapat beraktivitas dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Slonane.Ethel, 2004, Anatomi Fisiologi Untuk
Pemula, alih bahasa James Veldran, Jakarta: EGC
Gibson.John, 2003, Fisiologi dan Anatomi Modern
Untuk Perawat Edisi 2, alih bahasa dr.Bertha Sugiarto, Jakarta: EGC
Diah KD.Sansri, 2013, Anatomi Fisiologi Sistem
Endokrin.pptx , Bandung: Poltekkes Bandung
Ellyzar M. Adil, 2009, SISTEM ENDOKRIN.pptx BIOLOGI
FMIPA UI, Jakarta: FMIPA UI
Syaifuddin (2009)., Anatomi Tubuh Manusia, untuk
mahasiswa Keperawatan, edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Syaifuddin (2010)., Fisiologi Tubuh Manusia, untuk
mahasiswa Keperawatan, edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
Syaifuddin (2010)., Anatomi Tubuh Manusia (Atlas
Berwarna Tiga Bahasa)., edisi 2. Jakarta: Salemba Medika
fkep.unand.ac.id/images/SISTEM_ENDOKRIN.doc