Kebutuhan
Dasar Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah

DISUSUN
OLEH:
NURMAWATI
REME INTAN
PTRI
WULANSARI
PUTRI
WULANDARI
SARKIA
SITTI
KHADIJA
SYARIPA
HARDIANTI
YAYASAN
PENDIDIKAN CENDRAWASIH
AKADEMI
KEBIDAN PALU
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Puja dan puji syukur penulis
panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmatNyalah penulis
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “kebutuhan dasar neonatus, bayi,
balita dan anak pra sekolah” tepat pada waktunya.
Makalah ini penulis susun untuk melengkapi
tugas Pendidikan D3 kebidanan, selain itu untuk mengetahui dan memahami Sistem
Endokrin Manusia.
Penulis mengucapkan terima kasih
pada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna. Untuk itu setiap pihakdiharapkan dapat memberikan
masukan berupa kritik dan saran yang bersifat membangun.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR...................................................................... i
DAFTAR ISI...................................................................................... ii
A.
Latar belakang................................................................................ 1
B.
Rumusan masalah........................................................................... 1
C.
Tujuan penulisan............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A.
Kebutuhan Fisik Nutrisi,Cairan dan Personal Hygiene.................. 2
B.
Kebutuhan Kesehatan Dasar.......................................................... 4
C.
Kebutuhan Psikososial meliputi Rasa Aman.................................. 6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan..................................................................................... 13
B.
Saran............................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA........................................................................ 14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Setiap orang
tua tentu berkeinginan agar anaknya dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan
yang terbaik sesuai dengan potensi genetik yang ada pada anak tersebut. Hal ini
dapat tercapai apabila kebutuhan dasar anak terpenuhi. Kebutuhan dasar ini
mencakup asah, asih, dan asuh. Kebutuhan dasar tersebut harus dipenuhi sejak
dini, bahkan sejak bayi berada dalam kandungan.
Kebutuhan
dasar yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak
karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keadaan
ekonomi, sosial dan spiritual keluarga serta peran bidan. Sedangkan faktor
internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis
muncul sebagai problema pada anak.
Faktor yang
paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu
mengenai kebutuhan-kebutuhan dasar yang harus dipenuhi anak pada masa
pertumbuhan dan perkembangan. Peran bidan dalam hal ini adalah memberi
informasi yang baik dan benar berkaitan dengan kebutuhan dasar yang harus
dipenuhi.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimanakah kebutuhan fisik bagi Neonatus, Bayi, dan
Balita
2.
Bagaimanakah kebutuhan dasar bagi Neonatus, Bayi, dan
Balita?
3.
Bagaimanakah Kebutuhan Psikososial Bagi Neonatus, Bayi
dan Balita?
4.
Bagaimanakah kebutuhan Imunisasi bagi
Neonatus, Bayi, dan Balita?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Untuk mengetahui kebutuhan fisik bagi neonatus, bayi,
dan balita.
2.
Untuk mengetahui kebutuhan tindakan dasar bagi
neonatus, bayi, dan balita.
3.
Untuk mengetahui kebutuhan psikososial bagi neonatus,
bayi, dan balita.
4.
Untuk mengetahui kebutuhan Imunisasi bagi neonatus,
bayi, dan balita.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kebutuhan Fisik Nutrisi,Cairan dan Personal Hygiene
1. Pemberian
minum
a.
Pengertian ASI adalah makanan pokok untuk bayi,
berikan ASI 2-3 jam sekali atau on demand (semau bayi). Berikan ASI dengan satu
payudara samai teras kosong setelah itu baru ganti payudara yang lain. ASI
eksklusive adalah memberiakn ASI saja sampai usia 6 bulan tanpa tambahan
makanan apapun kecuali imunisasi, vitamin. Berikan ASI sampai 2 tahun dengan
tambahan makan lunak sesuai tahapan usia bayi.
b.
Pedoman menyusui ASI antara lain:
Inisiasi menyusu dini adalah bayi
berusaha menyusu sendiri diatas perut ibu segera setelah minimal 1 jam.
Tanda posisi bayi menyusu dengan
baik yaitu dagu menyentuh payudara, mulut membuka lebar, hidung mendekat terkadang
menyentuh payudara, mulut mencakup areola, lidah menopang putting dan areola
bagian bawah, bibir melengkung keluar, bayi menghisap dengan kuat namun
perlahan dan kadang-kadang berhenti sesaat.
c.
Perawatan payudara selama ibu menyusui
Perhatikan posisi menyusui, oleskan
ASI sebelum dan sesudah menyusui untuk mencegah lecet. Jika mengalami bendungan
payudara atau mastitis tetap susukan ke bayi sesering mungkin serta lakukan
perawatan payudara.
2. Menolong BAB
pada Bayi
BAB hari 1-3
disebut mekoneum yaitu feces berwana kehitaman, hari 3-6 feces tarnsisi yaitu
warna coklat sampai kehijauan karena masih bercampur mekoneum, selanjutnya
feces akan berwarna kekuningan. Segera bersihkan bayi setiap selesai BAB
agarbtidak terjadi iritasi didaerah genetalia.
3. Menolong BAK
pada bayi
Bayi baru
lahir akan berkemih paling lambat 12-24 jam pertama kelahirannya, BAK lebih
dari 8 kali sehari salah satu tanda bayi cukup nutrisi. Setiap habis BAK segera
ganti popok supaya tidak terjadi ritasi didaerah genetalia.
4. Kebutuhan
Istirahat/ tidur
Dalam 2
minggu pertama bayi sering tidur rata-rata 16 jam sehari. Pada umumnya bayi
mengenal malam setelah usia 3 bulan. Jaga kehangatan bayi dengan suhu kamar
yang hangat dan selimut bayi.
5. Menjaga
kebersihan kulit
Bayi
sebaiknya mandi minimal 6 jam setelah kelahiran, sebelum mandi sebaiknya
periksa suhu tubuh bayi. Jika terjadi hipotermi lakukan skin to skin dan tutpi
kepala bayi dengan ibu minimal 1 jam. Sebaiknya bayi mandi minimal 2 kali
sehari, mandikan dengan air hangat dan di tempat yang hangat.
6. Menjaga
keamanan bayi
Hindari
memberikan makanan selain ASI, jangan tinggalkan bayi sendirian, jangan
menggunakan alat penghangat buatan.
7. Mendeteksi
tanda-tanda bahaya pada bayi
a.
Sulit bernafas
b.
Hipotermi atau hipertermi
c.
Kulit bayi kering, biru, pucat, atau memar
d.
Hisapan melemah, rewel, muntah, mengnatuk
e.
Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, berbau
busuk, berdarah
f.
Tanda-tanda infeksi: suhu meningkat, merah, bengkak,
bau busuk, keluar cairan, sulit bernafas
g.
Tidak BAB dalam 3 hari atau tidak BAK selama 24 jam
h.
Diare
i.
Menggigil, rewel, lemas, ngantuk, kejang
8. Penyuluhan
sebelum bayi pulang
a.
Perawatan tali pusat
b.
Pemberian ASI
c.
Refleks laktasi
d.
Memulai pemberian ASI
e.
Posisi menyusui
f.
Jaga kehangatan bayi
g.
Mencegah kehilangan panas
h.
Tempatkan dilingkungan yang hangat
i.
Tanda-tanda bahaya
j.
Imunisasi
k.
Perawatan harian
B. Kebutuhan Kesehatan Dasar meliputi
pakaian,perumahan,sanitasi lingkungan yang baik
1.
Pakaian
a. Neonatus
i.
Gunakan
pakaian yang menyerap keringat dan tidak sempit
ii.
Segera
ganti pakaian jika basah dan kotor
iii.
Pada
saat di bawa keluar rumah, gunakan pakaian secukupnya tidak terlalu tebal atau
tipis
iv.
Jangan
gunakan gurita terlalu kencang, yang penting pakaian harus nyaman (tidak
mengganggu aktivitas bayi).
b.
Bayi,
Balita dan Anak Prasekolah
i.
Beri
pakaian yang warna-warni untuk melatih motorik halus
ii.
Pilihlah
produk dan pakaian anak yang sudah SNI.
Menurut
penelitian, resiko yang muncul misalnya, iritasi yang bersifat mutagenik maupun
karsiogenik. Pakaian bayi yang di maksud dalam peraturan ini adalah pakaian dan
aksesoris pakaian (perlengkapan bayi). Aksesoris termasuk di antaranya topi,
selimut, sarung tangan, kaos kaki, serta tas bayi. Tujuan peraturan ini adalah
untuk menjamin kesehatan bayi dan anak indonesia.
Jangan
pakaikan sepatu berhak tinggi pada anak. Kadang ada orang tua yang memakaikan
sepatu berhak tinggi pada anak agar terlihat lebih cantik, padahal hal ini
tidak baik bagi kesehatan anak. Anak yang baru belajar berjalan dan diberi
sepatu berhak tinggi lama-kelamaan akan menyebabkan tungkai berbentuk “O” atau
“X” dan membuat anak kesulitan untuk berjalan dan sering jatuh.
2.
Perumahan
a.
Atur
suhu rumah agar jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin
b.
Bersihkan
rumah dari debu dan sampah
c.
Usahakan
sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah
d.
Beri
ventilasi pada rumah dan minimal 1/15 dari luas rumah
3.
Sanitasi
lingkungan
a.
Persediaan
air:
1)
Air
harus jernih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa
2)
Air tidak mengandung zat-zat yang berbahaya
dan mineral yang melebihi batas normal
3)
Air
tidak mengandung suatu bibit penyakit (cholera, thypus, dysentri, cacing dll)
4)
Tidak
mengandung bakteri E coli, bakteri saprotik tidak lebih 100/ml air.
5)
Lakukan
pengurasan pada bak penampungan air dan lakukan penutupan agar tidak ada
jentik-jentik nyamuk
b.
Pembuangan
kotoran (septiteng)
1)
Tempat
pembuangan kotoran tidak boleh mengotori tanah permukaan
2)
Tidak
mengotori air permukaan, tidak mengotori air dalam tanah dan tidak boleh
terbuka
3)
Kakus
terlindungi dari penglihatan orang.
c.
Pembuangan
sampah
Tempat pembuangan sampah jangan terlalu dekat dengan rumah
C. Kebutuhan Psikososial meliputi Rasa Aman,Kasih
Sayang,Harga Diri,Rasa Memiliki,Kebutuhan mendapat Pengalaman,Kebutuhan
Stimulasi.
A. Kasih sayang
a.
Neonatus
1)
Sering
memeluk dan menimang dengan penuh kasih sayang
2)
Perhatikan
saat sedang menyusui dan berikan belaian penuh kasih sayang
3)
Bicara
dengan nada lembut dan halus, serta penuh kasih sayang.
b.
Bayi,
balita dan anak prasekolah
1)
Ciptakan
rasa aman dan nyaman agar anak merasa di lindungi
2)
Perhatikan
minat, keinginan, damn pendapatannya, serta beri contoh yang baik (bukan
dipaksa), dibantu, di dorong/dimotivasi dan dihargai, di didik dengan kegembiraan.
3)
Dengarkan
apa yang ingin dibicarakan/diceritakan anak
B. Rasa Aman
a.
Neonatus
1)
Hindari
pemberian makanan selain ASI
2)
Jaga
dari trauma dengan meletakkan BBL di tempat yang aman dan nyaman, tidak
membiarkannya sendirian tanpa pengamata, dan tidak meletakkan barang-barangyang
mungkin membahayakan di dekat BBL.
b.
Bayi
dan Balita
1)
Biasakan
anak dari kecil selalu memakai alas kaki kemanapun ia pergi agar tidak tertusuk
benda tajam.
2)
Jauhkan
anak dari asap rokok, asap dapur, asap sampah, dan polusi kendaraan bermotor
3)
Sebaiknya
anak tidur di dalam selambu
c.
Anak
Pra Sekolah
1)
Jangan
biarkan anak bermain di dekat sumur, kolam, sungai, dan jalan raya
2)
Jauhkan
anak dari benda panas seperti kompor, setrika, termos, dan air panas
3)
Jauhkan
anak dari benda berbahaya seperti pisau, colokan listrik, dan kabel
4)
Sembunyikan
benda yang bisa di sangka maanan atau minuman dari anak seperti racun tikus,
racun serangga, minyak tanah, sabun dan deterjen
C. Harga Diri pada Neonatus, Bayi
Balita, dan Anak Pra Sekolah
a)
Ajarkan
anak untuk tidak mudah percaya dengan orang yang baru kenal
b)
Ajarkan
anak untuk tidak mengambil barang orang lain
D. Rasa memiliki pada Neonatus, Bayi
Balita, dan Anak Pra Sekolah
Ajarkan anak untuk mencintai
barang-barang yang ia punya (mainan,pakaian,aksesoris bayi).
E. Pengalaman stimulasi
Stimulasi dilakukan setiap saat ada
kesempatan berinteraksi, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan
dengan umur perkembangan kemampuannya, serta dilakukan oleh keluarga (terutama
ibu atau pengganti ibu). Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang
menyenangkan dan kegembiraan antara ibu/balitanya. Jangan memberikan stimulasi
dengan terburu-buru, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat
atau keinginan bayi/balita, atau bayi balita sedang mengantuk, bosan, atau
ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa
disadari pengasuh justru memberikan rangsangan emosional yang negatif karena
pada prinsipnya semua ucapan, sikap, dan perbuatan pengasuh adalah merupakan
stimulasi yang direkam, diingat, dan akan ditiru atau justru menimbulkan
ketakutan bayi-balita.
a.
Neonatus
Umur 0-3 Bulan
1)
Sering
memeluk dan menimang bayi dengan penuh kasih sayang.
2)
Gantung
benda berwarna cerah yang bergerak dan bisa dilihat
3)
Gendong
dalam posisi tegak agar ia dapat belajar menahan kepalanya tetap tegak
4)
Ajak
bayi tersenyum dan bicara.
5)
Perdengarkan
musik
b.
Bayi
dan Balita
a)
Bayi
1)
Umur
3-6 Bulan (1) Sering tengkurapkan bayi.
2)
Gerakkan
benda ke kiri dan kanan, di depan matanya.
3)
Perdengarkan
berbagai bunyi-bunyian.
4)
Beri
mainan benda yang besar dan berwarna.
b)
Umur
6-12 Bulan
(1)
Ajari
bayi duduk
(2)
Ajak
main ciluk-ba
(3)
Ajari
memegang dan makan biskuit
(4)
Ajari
memegang benda kecil dengan 2 jari
(5)
Ajari
berdiri dan berjalan dengan berpegangan
(6)
Ajak
bicara sesering mungkin
(7)
Latih
mengucapkan ma...ma...pa...pa...
(8)
Beri
mainan yang aman dipukul-pukul
c)
Balita
Umur 1-2
Tahun
1)
Ajari
berjalan di undakan/tangga
2)
Ajak
membersihkan meja dan menyapu
3)
Ajak
membereskan mainan
4)
Ajari
mencoret-coret di kertas
5)
Ajari
menyebut bagian tubuhnya
6)
Bacakan
cerita anak
7)
Ajak
bernyanyi
8)
Ajak
bermain
9)
Berikan
pujian kalau ia berhasil melakukan sesuatu
Umur 2-3 Tahun
1)
Ajari
berpakaian sendiri
2)
Ajak
melihat buku bergambar
3)
Bacakan
cerita anak
4)
Ajari
makan di piringnya sendiri
5)
Ajari
cuci tangan
6)
Ajari
buang air besar dan kecil di tempatnya
Umur 3-5 Tahun
1)
Minta
anak menceritakan apa yang ia lakukan
2)
Dengarkan
ia ketika bicara
3)
Jika
ia gagap, ajari bicara pelan-pelan
4)
Awasi
dia mencoba hal baru
C. Kebutuhan Imunisasi
bagi Neonatus, Bayi, dan Balita
1.
Pengertian
Imunisasi
adalah bentuk interfensi kesehatan yang sangat efektif dalam menurunkan angka
kematian bayi dan balita. Dengan imunisasi, berbagai penyakit seperti TBC,
Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Polio dan Campak dapat di cegah.
Pentingnya pemberian imunisasi dapat dilihat dari banyaknya balita yang
meninggal akibat penyakit yag dapat di cegah dengan imunisasi. Hal itu
sebenarnya tidak perlu terjadi karena penyakit tersebut bisa di cegah dengan
imunisasi. Oleh kerna itulah, untuk mencegah balita menderita beberapa penyakit
yang berbahaya, imunisasi pada bayi dan balita harus lengkap serta deberikan
sesuai jadwal.
2.
Tujuan
Program
imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit
yang dapat di cegah dengan imunisasi. Pada saat ini penyakit-penyakit tersebut
adalah disentri, tetanus, batuk(pertussis), campak, polio dan TBC.
3.
Manfaat
Manfaat
imunusasi bagi anak dapat mencegah penyakit,cacat dan kematian. Sedangkan
manfaat bagi keluarga adalah dapat menghilangkan kecemasan dan mencegah biaya
pengobatan yang tinggi bila anak sakit. Bayi dan anak yang mendapat imunisasi
dasarlengkap akan terlindung dari beberapa penyakit berbahaya dan akan mencegah
penularan ke adik, kakak dan teman-teman disekitarnya.imunisasi akan
meningkatkan kekebalan tubuh. Bayi dan anak sehingga mampu melawan penyakit
yang dapat dicegah dengan vaksin tersebut. Anak yang telah di imunisasi bila
terinfeksi oleh kuman tersebut maka tidak akan menularka ke adik, kakak dan
teman-teman sekitarnya.
4.
Sasaran
Program
imunisasi di Indonsia merupakan program unggulan untuk mencegah angka kematian
pada bayi, anak bawah 3 tahun, bawah 5 tahun, program ini akan mencakup
beberapa jenis imunisasi, sementara sasran dari program itu sendiri antara lain
mencakup: bayi di bawah umur 1 tahun (0-11 bulan), ibu hamil (awal kehamilan 8
bulan), wanita usia subur (calon mempelai wanita), anak SD (kelas I-VI).
5.
Jenis
imunisasi
A.
Imunisasi aktif
Tubuh akan membuat sendiri zat anti
setelah adanya rangsangan antigen dari luar tubuh, rangsangan virus yang telah
dilemahkan seperti pada imunisasi polio atau campak.
B.
Imunisasi pasif
Tubuh anak tidak membuat zat
antibody sendiri, tetapi kekebanlan tersebut diperoleh dari luar dengan cara
menyuntikkan bahan atau serum yang telah mengandung zat anti, atau anak
tersebut mendapat zat anti dari ibunya semasa dalam kandungan, setelah memperoleh
zat penolak, prosesnya cepat, tetapi tidak bertahan lama.
6.
Imunisasi
dasar
a.
Jenis imunisasi dasar wajib
a)
BCG (Bacille Calmette Guerin)
Imunisasi BCG berguna untuk mencegah
penyakit tuberkulosis berat. Misalnya TB paru berat. Imunisasi ini sebaiknya
diberikan sebelum bayi berusia 2-3 bulan. Dosis untuk bayi kurang setahun
adalah 0,05 ml dan anak 0,10 ml. disuntikkan secara intra dermal di bawah
lengan kanan atas. BCG tidak menyebabkan demam. Tidak dianjurkan BCG
ulang.suntukan BCG akan meninggalkan jatinga parut pada bekas suntikan. BCG
tidak boleh terkena sinar matahari, tidak boleh beku, dan harus disimpan pada
suhu 2-8֯C.vaksin yang telah diencerkan harus
dibuang dalam 8 jam. Imunisasi diberikan pada anak ketika berumur kurang lebih
2 bulan dan sebaiknya dilakukan uji Mantoux (tuberculin) terlebih dahulu
(imunisasi bisa diberikan jika uji Mantoux negative).
b)
Kejadian ikutan pasca/imunisasi (KIPI)
Penyuntikan BCG secara intra dermal
yang benar akan menimbulkan ulkus local superfisial di 3 minggusetelah
penyuntikan. Ulkus yang biasanya tertutup krusta akan sembuh dalam2-3 bulan dan
meninggalkan parut bulat dengan diameter 4-8 mm. apabila dosis terlalu tinggi,
maka ulkus yang timbul lebih besar, namun apabila penyuntika terlalu dalam,
maka parut aka tertarik kedalam (retractin). Limfadenitis sufuratif di aksila
atau leher terkadang di jumpai. Hal ini bergantung pada umur anak, dosis dan
galur (strain) yang di pakai. Limfadenitis akan sembuh dengan sendirinya, jika
tidak perlu diobati. Apabila limfadenitis melekat pada kulit atau timbul
fistula, maka dapat di bersihkan dengan melakukan drainase dan di berikan obat
anti tuberculosis oral. Tidak perlu memberikan anti tuberculosis sistemik
karena hasilnya tidak efektif.
BCG-itis desiminasi jarang terjadi,
biasanya behubungan dengan imunodefisiensi berat. Komplikasi lainnya adalah
eritema nodosum, iritis, lupus vulgaris dan osteomyelitis. Komplikasi ini harus
di obati dengan kombinasi obat anti tuberculosis.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebutuhan asuh yaitu kebutuhan
neonatus memerlukan nutrisi yang meliputi ASI, susu formula, dan makanan
pendamping ASI sebagai kebutuhan bayi. Ketiganya digunakan untuk pertumbuhan
dan aktivitas seiring dengan makin bertambahnya usia anak. Produksi ASI
relative tetap, dengan pengaturan makanan untuk bayi dan anak sehat, kebutuhan
nutrisi pada usia toddler, kebutuhan nutrisi pada balita serta kebutuhan
imunisasi. Kebutuhan asah yaitu pada kebutuhan ini diperlukan stimulasi serta
deteksi untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan perkembangan dari neonatus,
bayi, balita.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat diterima
bagi semua pembaca dan dapat memberikan kritik untuk perbaikan makalah
selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Dewi,
Vivian Nanny Lia. 2010. Asuhan Kebidanan Bayi dan Anak Balita. Jakarta :Salemba
Medika.
Hidayat,
Azis Alimul. 2009. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.
Jakarta
: Salemba MedikaHasni.(2012). asuhan kebidanan neonatus,
bayi dan balita “imunisasi” .<http://www.
asuhan-kebidanan-neonatus-bayi-dan.html>[ 12 Novemver 2012].
Linda
V. Walsh. 2003. Midwifery Chapter 23. W. B. Saunders. San Fransisco California.
Hal. 330-335
Prawirohardjo,
Sarwono, 2007. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
Pusdiknakes,
WHO, JHPIEGO. 2003. Buku IV Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum. Hal. 30-37
Varney,
H. 1997. Varney’s Midwifery 3th edition. Jones and Bartlett. New York. Hal.
623-625
Tidak ada komentar:
Posting Komentar